Vietnam Bawa Pulang 39 Mayat Dalam Truk dari Inggris

16

Jakarta, Buananews.com – Pemerintah Vietnam segera memulangkan 39mayat warga mereka yang tewas dalam truk kontainer di kawasan industri Essex, Inggris, sebab seluruh proses identifikasi korban telah rampung.

Dikutip dari AFP, Rabu (7/11), Kedutaan Besar Vietnam untuk Inggris menyatakan perwakilan pemerintah telah dikirimkan untuk berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat agar dapat memulangkan jasad para korban secepatnya.

Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, dalam surat kepada pihak keluarga korban mengungkapkan bahwa tragedi yang terjadi pada akhir Oktober itu membuat dia dan seluruh warga Vietnam merasakan kesedihan. Dia berjanji akan membawa pulang semua korban kembali lebih cepat.

Kepolisian Essex berhasil mengonfirmasi identitas para korban yang terdiri dari 31 pria dan delapan wanita sebagai warga negara Vietnam. Petugas koroner juga telah merampungkan seluruh proses identifikasi para korban serta memberitahukan kepada pihak keluarga.

“Ini adalah langkah yang penting dalam investigasi dan memungkinkan kami untuk bekerja sama dengan rekan-rekan kepolisian Vietnam agar bisa mendukung para keluarga korban. Pikiran kami akan tetap bersama dengan para keluarga dan teman-teman dari para korban yang berakhir di wilayah kami,” kata asisten kepala kepolisian Essex, Tim Smith.

Salah satu keluarga korban, Nguyen Dinh Gia, menuturkan pihak berwenang telah menghubungi untuk mengonfirmasi bahwa anaknya, Nguyen Dinh Luong, merupakan salah satu korban. Ia hanya berharap jasad anaknya segera kembali.

“Harapan kami saat ini adalah agar jasad anak kami dapat dipulangkan segera,” ujar dia.

Menteri Keamanan Publik Vietnam mengungkapkan semua korban berasal dari enam provinsi, yaitu Hai Phong, Hai Duong, Nghe An, Ha Tinh, Quang Binh, dan Thua Thien Hue. Enam lokasi itu dikenal sebagai tempat pengumpan untuk bisnis emigrasi ilegal.

Para perantara bisnis itu membantu warga untuk pergi ke beberapa negara Eropa dengan harapan bisa sampai ke Inggris. Rute sepanjang benua Eropa diketahui sangat berbahaya terutama saat melakukan tahapan akhir perjalanan ke Inggris.

Para imigran menuju ke Inggris harus bersembunyi di dalam truk berpendingin yang tidak melalui proses pemeriksaan seketat kendaraan lain.

Beberapa organisasi dan ahli berpendapat banyak imigran, terutama wanita dan anak-anak di bawah umur, yang menjadi target eksploitasi pekerja selama melakukan perjalanan.

Banyak imigran asal Vietnam yang berakhir menjadi pekerja di salon kecantikan kuku atau bekerja di ladang ganja demi mendapatkan uang untuk membayar perantara dan membiayai keluarga di kampung halaman.

Keluarga terduga korban juga khawatir akan utang sebesar ribuan dolar milik anak mereka itu harus dikembalikan.

Pihak berwenang Vietnam sudah menahan 11 orang yang diduga memfasilitasi perjalanan ke luar negeri dengan tujuan untuk menetap di luar negeri. Tetapi tidak ada satupun pelaku yang resmi didakwa.

Sedangkan kepolisian Inggris telah menahan seorang pengemudi asal Irlandia Utara dengan tuduhan pembunuhan, pencucian uang, dan konspirasi dalam membantu proses imigrasi yang melanggar hukum.

Mereka juga sedang melakukan proses ekstradisi terhadap seorang pelaku lain asal Irlandia serta mencari pelaku lain yang berpotensi terlibat dalam insiden itu.
Kepolisian Essex menuturkan Badan Kejahatan Nasional (NCA) dan petugas penegakan hukum Eropa sudah melanjutkan penyelidikan terhadap kasus tersebut. (fls/dea/CNNIndonesia)