Trump Ancam Hancurkan 52 Basis Iran Termasuk Situs Budaya

92
Presiden AS Donald Trump. (AP Photo/ Evan Vucci)

Jakarta, Buananews.com — Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang 52 basis Iran termasuk situs budaya jika Teheran berani menyerang balik aset-aset dan warga Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai balasan atas kematian Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

“Biarkan (pembunuhan Soleimani) dijadikan peringatan jika Iran berani menyerang warga atau aset Amerika, kami akan menargetkan 52 situs Iran,” kata Trump melalui kicauan di Twitter pada Minggu (5/1).

Trump menyebutkan 52 situs yang menjadi target AS itu terdiri dari situs paling penting Iran dan beberapa situs budaya. Sementara itu, angka 52, tutur Trump, mewakil jumlah warga AS selama ini yang pernah disandera Iran sejak akhir 1979.

“Dan Iran sendiri akan diserang sangat sangat cepat dan berat. Amerika Serikat tidak ingin ada ancaman lagi!” ucap Trump.

Namun, dikutip CNN, serangan terhadap situs-situs budaya melanggar beberapa traktat internasional bahkan bisa dianggap kejahatan perang.

Sebagai contoh, pada 2017 lalu, resolusi Dewan Keamanan PBB “mengecam perusakan warisan budaya, termasuk situs agama dan artefak.”

Resolusi itu dikeluarkan setelah kelompok teroris ISIS merusak sejumlah situs besar budaya dan sejarah di Suriah dan irak pada 2014 dan 2015.

DK PBB menganggap perusakan situs-situs budaya di Irak dan Suriah itu sebagai kejahatan perang.

AS meluncurkan serangan udara terhadap rombongan mobil Soleimani yang baru tiba di Bandara Baghdad, Irak.

Selain Soleimani, wakil komandan milisi Syiah Irak (PMF), Abu Mahdi al-Muhandis, petinggi milisi Kataib Hizbullah, dan seorang petugas protokoler bandara Irak, Mohammed Reda juga turut tewas dalam serangan tersebut.

Penyerangan terhadap Soleimani itu terjadi setelah AS membombardir markas Kataib Hizbullah pada akhir pekan lalu hingga menewaskan 25 orang.

Di satu sisi, serangan ini terjadi dua hari setelah milisi Syiah Irak dan simpatisannya menyerbu kedutaan besar Amerika Serikat di Baghdad.

Iran bersumpah akan membalas serangan AS tersebut dengan seberat-beratnya. Iran telah mengumumkan bahwa merekaa tidak lagi mematuhi batasan pengayaan uranium yang diatur dalam perjanjian nuklir 2015.

Iran menyebut operasional program nuklirnya tidak lagi dibatasi dengan aturan apa pun. (dea/CNNIndonesia)