Simulasi Internal, Bank Mandiri Krisis Jika Kurs Rp 37 Ribu

89
Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)

Jakarta – Buananews.com – Manajemen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengaku telah melakukan simulasi krisis (stress test) internal. Hasil simulasi menunjukkan bank pelat merah itu baru akan mengalami krisis jika nilai tukar rupiah tembus ke level Rp37 ribu per dolar AS.

“Untuk bayangan Bank Mandiri akan bermasalah kalau kurs sampai Rp37 ribu, itu simulasi. Insya Allah mohon doa restu bapak ibu sekalian itu mudah-mudahan tidak terjadi,” ujar Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto di Komisi XI DPR, Selasa (26/11).

Sebagai gambaran, nilai tukar rupiah pada pasar spot pukul 15:00 WIB berada di posisi Rp14.086 per dolar AS. Sepanjang hari ini, mata uang Garuda bergerak di rentang Rp14.087-Rp14.077 per dolar AS. Itu berarti, Bank Mandiri masih jauh dari kondisi krisis.

Sulaiman menyatakan sebagai bank yang memiliki dampak sistemik, pihaknya telah memiliki rencana pemulihan (recovery plan) jika mengalami krisis. Hal tersebut disampaikannya untuk menjawab anggota dewan yang menanyakan langkah Bank Mandiri menghadapi ancaman resesi.

“Kami punya recovery plan, betul-betul dilakukan simulasi kasarannya kalau sampai kejadiannya seperti 1998,” imbuhnya.

Dari sisi kinerja keuangan, pertumbuhan laba bersih Bank Mandiri terpantau melambat pada kuartal III 2019. Bank Mandiri meraup keuntungan Rp20,3 triliun atau tumbuh 11,9 persen secara tahunan.

Kenaikan laba bersih terpantau turun dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 20 persen.

Isu resesi ekonomi masih membayangi perekonomian global. Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku terus mewaspadai potensi perlambatan ekonomi global yang juga berpengaruh pada kondisi di Indonesia.

Hanya saja, ia tak bisa memprediksi besarnya dampak tersebut terdapat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Resesi sendiri diartikan sebagai kontraksi pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada dua kuartal berturut-turut.

“Nanti kami lihat dari statistik, nanti lihat saja di Badan Pusat Statistik (pertumbuhan ekonomi) kuartal ketiga ini. Kami akan terus mewaspadai saja,” ungkap Sri Mulyani.

Mengutip CNN, terdapat lima negara dengan ekonomi raksasa di dunia berisiko mengalami resesi ekonomi. Kelima negara itu antara lain, Jerman, Inggris, Italia, Brasil, dan Meksiko.  (ulf/agt/CNNIndonesia)