Sering Layani Praktik Aborsi, Oknum Dokter Dituntut 6 Tahun

7
dr Wim Ghazali, oknum dokter pelaku aborsi hanya bisa tertunduk mendengarkan tuntutan JPU pada sidang di PN Palembang, Kamis (09/08). (ist)

PALEMBANG, fornews.co – Pada sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di PN Palembang, Kamis (09/08), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Purnama Sofyan menuntut dr Wim Ghazali (72), terdakwa pelaku aborsi, dengan pidana penjara selama 6 tahun.

Dalam tuntutannya, JPU Purnama menerangkan, beberapa hal memberatkan yaitu perbuatan terdakwa tidak sesuai dengan sumpah kode etik terdakwa sebagai dokter dimana perbuatan terdakwa berisiko mengakibatkan keguguran dan kematian pasien. Selain itu di dalam persidangan terdakwa telah mengakui telah menjalani praktik dokter sejak tahun 1972 dan telah sering menangani praktik aborsi dan tidak ingat lagi berapa kali melakukan perbuatan ilegal tersebut. Sedangkan hal meringankan terdakwa tidak ada.

“Menyatakan terdakwa dr Wim Ghazali telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana percobaan aborsi. Sesuai dengan perumusan di dalam dakwaan Pasal kedua 77A Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo. Pasal 53 Ayat (1) KUHP. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa dr Wim Ghazali selama 6 tahun dikurangi selama terdakwa menjalani masa tahanan. Menjatuhkan pidana tambahan berupa mencabut izin praktik terdakwa sebagai dokter dan dokter gigi atas nama dr Wim Ghazali yang ditandatangani dan dikeluarkan atas nama Wali Kota Palembang dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu,” ujarnya.

Usai mendengarkan tuntutan dari JPU Purnama Sofyan, majelis hakim yang diketuai Yohanes menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembacaan pledoi dari kuasa hukum terdakwa. (ije)