PKI Mainan Kadrun, Gerindra Sidang Arief Poyuono

99
Waketum Gerindra Arief Poyuono (Foto: iNews)

Jakarta, Buananews.com – Majelis Kehormatan (MK) Partai Gerindra menggelar sidang majelis etik untuk Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono terkait pernyataan PKI mainan kadrun. Sidang digelar dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19).

Anggota Majelis Kehormatan Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan sidang majelis etik akan digelar siang ini di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan.

“Iya benar, jam 13.00 WIB di Kantor DPP Gerindra,” kata Habiburokhman.

Habibubrokhman menyebut sidang akan berlangsung secara tertutup. Ketua Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra Mutanto Juwono akan memimpin langsung sidang tersebut.

“Sebagian anggota majelis kehormatan hadir secara fisik di DPP, sebagian hadir secara virtual. Saya sendiri akan mengikuti sidang secara virtual dari Gedung DPR RI,” tuturnya.

Habiburokhman enggan membeberkan apa saja materi yang akan digali dari Poyuono. Ia pun berharap Poyuono bisa datang tepat waktu dalam sidang majelis etik ini sehingga bisa membela diri.

“Kalau enggak hadir ya rugi sendiri, karena kehilangan hak membela diri,” ujarnya.

Sebelumnya, Poyuono menyebut isu PKI dimainkan oleh kadrun untuk menjatuhkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Istilah kadrun merupakan kepanjangan kadal gurun. Istilah ini ditujukan bagi orang-orang yang berseberangan secara politik dengan Jokowi. Kelompok ini dicirikan dengan aliran politik keagamaan yang kental.

“Enggak ada. Itu cuma isu-isu bohong aja. Isu-isu itu sebenarnya hanya untuk mendelegitimasi Kang Mas Jokowi. Yang selalu dituduh apapun, dia seakan-akan ada hubungannya sama PKI,” kata Poyuono di akun YouTube Kanal Anak Bangsa.

“Yang pasti ini adalah kadrun. Kadrun-kadrun yang pasti,” ujar Poyuono saat ditanya pihak yang memainkan isu tersebut.

Pernyataan Poyuono itu mendapat respons dari sejumlah pihak. Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif meminta Partai Gerindra memecat Poyuono usai melontarkan pernyataan kontroversial soal isu PKI mainan kadrun.

“Gerindra wajib pecat Poyuono,” kata Slamet. (dhf/fra/CNNIndonesia)