Peringati Hari Jadi Ke 13, Perkindo Gelar Webinar Jasa Konstruksi

121

Palembang, Buananews.com – Dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke 13, Persatuan Konsultan Indonesia (Perkindo) menggelar seminar virtual (webinar) melalui platform aplikasi zoom pada senin pagi (22/6/2020).

Selain menggelar webinar, Ketua Umum Parkindo Ir. S. Catur Wibowo mengatakan untuk memeriahkan acara ulang tahun tersebut pihaknya akan mengadakan pameran selepas pandemi Covid-19 mereda.

“Sebenarnya kita akan mengadakan pameran, namun karena adanya pandemi covid ini, ditunda dulu sampai mereda,” ujar Catur dalam sambutannya.

Webinar yang mengusung tema pengelolaan kontrak konsultan jasa konstruksi dalam masa pandemi Covid-19 itu, menghadirkan empat narasumber di antaranya Ir. Trisasongko Widianto, DIPL. HE, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kemen PUPR, Setya Budi Arijanta, SH., KN, Sekretaris Utama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Hadir juga sebagai narasumber , Dr. Jafar Sidik, S.H., M.H., M. Kn., FCBArb. Sekjen IArbI, Akademisi dan Dr. Firman Wijaya SH, MH. Dewan Pakar Perkindo.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini, memaksa kegiatan di segala sektor berubah, tak terkecuali di sektor jasa konstruksi. Dirjen Bina Konstruksi Kemen PUPR mengakui program di instansinya pun tak lepas dari pengaruh Covid-19 ini. Kementrian PUPR melakukan realokasi anggaran dengan cara optimalisasi kegiatan non-fisik yang bisa dihemat atau ditunda dan memangkas alokasi perjalanan dinas dan meeting sebanyak 50 persen.

“Menunda paket-paket kontraktual yang belum lelang, rekomposisi paket Multiyears contract (MYC) agar diperpanjang, merubah paket Single Years Contract (SYC) menjadi MYC termasuk juga paket kontrak yang kurang dari 100 M,” ujar Trisasongko.

Kementrian PUPR dalam sektor jasa kontruksi lanjutnya, turut berkontribusi dalam pencegahan Covid-19, hal tersebut ditindaklanjuti dengan terbitnya Intruksi Mentri PUPR No. 2 Tahun 2020 Tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. Dalam Inmen itu mengatur jika kegiatan kontrak penyelenggara jasa konstruksi sementara ini dihentikan, karena covid-19 ini dianggap sebagai keadaan kahar (force majeure).

“Penghentian ini tidak melepaskan hak dan kewajiban pengguna jasa dan penyedia jasa terhadap tenaga kerja kontruksi, subkontraktor, produsen, dan pemasok yang terlibat,” terangnya.

Sekjen IArbI Dr. Jafar Sidik yang juga akademisi Pascasarjana Unla Bandung dalam paparannya, mengatakan bahwa sampai saat ini terdapat permasalahan dalam praktek mengenai pembuatan kontrak konsultan konstruksi dan kontrak kerja jasa konstruksi, khususnya terkait dengan pencantuman ketentuan penyelesaian sengketa dalam kontrak.

Permasalahan itu lanjut Jafar, para pihak dalam suatu perjanjian terkadang tidak mengatur atau tidak mencantumkan klausula penyelesaian sengketa, entah  karena lupa membuatnya atau mungkin juga menganggap tidak penting untuk diatur dalam Perjanjian tersebut.

“Jika dicantumkan pun, malah terdapat pilihan ganda (dual forum) memilih badan peradilan dan memilih pula di luar badan peradilan, seperti lembaga arbitrase dan APS lainnya. Ditemukan juga klausula arbitrase, namun tidak dapat dilaksanakan (enforceable), tidak clear, clean, transparant, equal,” ungkap Arbiter BANI itu.

Dosen Kenotariatan (M.Kn) Unisba itu, menilai konsultan jasa konstruksi mempunyai peranan penting dan sangat strategis dalam kegiatan usaha jasa konstruksi. Di BANI Arbitration Centre sendiri lanjutnya, sektor jasa kontruksi menjadi perkara paling tinggi yaitu sebanyak 27 persen.

Sementara Dewan Pakar Perkindo Dr. Firman Wijaya mengatakan pentingnya mencantumkan klausula force majeure dalam kontrak jasa kontruksi untuk mengantisipasi keadaan kahar seperti mewabahnya covid-19 saat ini. Saking pentingnya, peraturan jasa konstruksi dan peraturan pengadaan barang dan jasa, sudah mewajibkan para pihak untuk memasukkan klausul force majeure.

Webinar yang diikuti sekitar 300 peserta tersebut dipandu oleh Moderator Dr. Joko T. Suroso, Wakil Ketua Perkindo, yang juga Dosen Pascasarjana Unla Bandung. acara tersebut berlangsung sangat meriah dengan tanya jawab yang sangat interaktif. Terutama menyangkut keresahan para konsultan jasa konstruksi menyusul dihentikannya kegiatan bidang konstruksi akibat covid-19.