Penembak Masjid Di Norwegia, Kemungkinan Teroris

23

Norwegia, Buananews.com – Kepolisian Norwegia mengatakan kasus penembakan di sebuah masjid sehari sebelum Idul Adha yang jatuh pada Minggu (11/08) ini diperlakukan sebagai kemungkinan aksi terorisme

Pernyataan itu dikeluarkan setelah seorang pria ditangkap menyusul penembakan di Al-Noor Islamic Centre, di pinggiran ibu kota Oslo pada Sabtu (10/08)

“Kami menyelidiki kasus ini sebagai percobaan melakukan aksi terorisme,” kata Wakil Kepolisian Norwegia, Rune Skjold, dalam jumpa pers.

Seorang pria di masjid berhasil melumpuhkan pria bersenjata yang mengeluarkan tembakan dan ia mengalami “luka ringan” dalam peristiwa itu.

Belakangan, seorang perempuan ditemukan tewas di rumah tersangka, kata Rune Skjold.

Ia menambahkan bahwa pria itu sekarang dicurigai telah membunuh seorang kerabatnya.

“Kami menganggap ini kematian yang mencurigakan… Orang yang meninggal itu terkait dengan orang yang ditangkap sebelumnya hari ini,” ujarnya.

‘Antiimigran, warga Norwegia’

Polisi mengatakan pria itu bertindak sendiri ketika menyerang masjid.

Petugas medis darurat berdiri di dekat sebuah tandu setelah penembakan di masjid Al-Noor Islamic Center, dekat Oslo, pada hari Sabtu (10/08/2019).Hak atas foto REUTERS
Polisi mengatakan terduga pelaku tampaknya bertindak sendirian.

Terduga pelaku, kata Skjold, adalah seorang “pria Norwegia” dan telah masuk catatan pihak berwenang sebelum melancarkan aksi tetapi tidak dapat disebut sebagai seseorang yang memiliki “latar belakang kejahatan”.

Lebih lanjut Skjold menuturkan bahwa pria itu tampak mempunyai pandangan “kanan-jauh” dan “antiimigran”. Ia juga tampak bersimpati kepada Vidkun Quisling, pemimpin pemerintahan Norwegia yang bersekongkol dengan Jerman selama pendudukan Nazi.

Sementara itu, ketua takmir masjid mengatakan hanya terdapat tiga orang di dalam masjid ketika serangan dilancarkan dan korban luka adalah seorang jemaah berusia 75 tahun.

“Salah satu jemaah kami telah ditembak oleh seorang pria kulit putih yang mengenakan helm dan seragam,” kata Irfan Mushtaq kepada surat kabar lokal Budstikka.

Ia kemudian mengatakan kepada saluran televisi lokal TV2 bahwa si penyerang “membawa dua senjata mirip shotgun dan sebuah pistol. Ia mendobrak pintu kaca dan melepaskan tembakan.”

Masjid itu sebelumnya menempuh langkah-langkah keamanan tambahan setelah seorang pria bersenjata membunuh 51 orang di Selandia Baru, Maret tahun ini. (bbcindonesia.com)