MK Tolak Gugatan Dodi-Giri, Ketua Tim Advokasi HD-MY : Kami Sudah Memprediksi

13
Suasana sidang gugatan pemohon dari Paslon Gubernur Sumsel nomor urut 4, di ruang sidang MK, Kamis (08/09). Dalam sidang tersebut, Majelis Hakim MK menolak gugatan yang diajukan pemohon. (ist)

PALEMBANG, fornews.co-Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan pemohon dari Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Sumsel nomor urut 4, Dodi Reza Alex-Giri Ramanda, pada sidang yang berlangsung pukul 15.15WIB, Kamis (09/08).

Dengan ditolaknya gugatan pemohon oleh Majelis Hakim MK tersebut, bisa diartikan Paslon Gubernur Sumsel nomor urut 1, Herman Deru – Mawardi Yahya (HD-MY) tetap menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel terpilih periode 2018-2023.

Usai sidang, Ketua Tim Advokasi Paslon Gubernur Sumsel nomor urut 1, Herman Deru – Mawardi Yahya, Dhabi K Gumayra SH MH menuturkan, bahwa sebenarnya mereka sudah memprediksi sejak awal. “Ya artinya kami sudah memprediksi, bahwa gugatan yang dibuat pemohon bakal tidak diterima,” ujarnya, Kamis (08/09).

Setelah keluarnya hasil sidang MK terhadap gugatan dari Paslon Gubernur nomor urut 4 ini, Dhaby menerangkan, selanjutkan akan dilakuakn rapat pleno KPU Sumsel untuk penetapan calon terpilih.

“Kabarnya (rapat pleno KPU) kalau nggak Minggu atau Senin ini. Terlepas dari itu tentu kami mengucapkan rasa syukur atas kemenangan ini,” terangnya, seraya menambahkan bahwa Herman Deru – Mawardi Yahya sendiri sudah mengetahui hasil sidang MK hari ini.

Sementara, Komisioner KPU Sumsel, Ahmad Naafi menambahkan, setelah Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi membacakan putusan tidak menerima permohonan Paslon Gubernur Sumsel nomor urut 4 pada Pilkada Gubernur dan wakil gubernur Sumsel 2018, maka selanjutnya KPU Sumsel akan melaksanakan tahapan Penetapan Paslon Gubernur/ Wakil Gubernur Sumsel 2018. (tul)