Koalisi De Facto Prabowo – Sandiaga Uno Tanpa Demokrat

16
Prabowo Subianto didampingi Sandiaga Uno, Politisi Senior PAN Amin Rais, Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Presiden PKS, Sohibul Imam, serta Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri, saat menyampaikan pasangan Capres-Cawapres RI, di kediamannya di Jl Kertanegara, Jakarta Selatan (Jaksel) Kamis (09/09) malam.(repro)

JAKARTA, buananews.com – Koalisi De Facto aakhirnya menetapkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) RI, di kediaman Prabowo di Jl Kertanegara, Jakarta Selatan (Jaksel) Kamis (09/09) malam.

Setelah awak media yang sudah menunggu sejak pukul 19.00WIB, akhirnya Prabowo muncul sekitar pukul 23.30, didampingi Sandiaga Uno, Politisi Senior PAN Amin Rais, Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Presiden PKS, Sohibul Imam, serta Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri.

“Baru saja pimpinan tiga partai politik, yaitu PKS, PAN dan Partai Gerindra telah memutuskan dan memberi kepercayaan kepada saya, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno untuk maju sebagai Capres dan Cawapres RI untuk masa bakti 2019-2024. Kepercayaan yang diberikan kepada kami berdua, adalah suatu kepercayaan yang sangat besar. Kami sebagai anak bangsa dan insan anak tuhan, akan memohon kekuatan dari yang maha kuasa Allah SWT, agar kami tidak mengecewakan kepercayaan yang diberikan kepada kami berdua,” ujarnya, saat menyampaikan kalimat pertama dihadapan awak media.

Menurut Prabowo, proses ini tidak mudah dan melelahkan, karena pihaknya harus berunding terus dengan tokoh-tokoh politik dari PKS, PAN, juga dengan Partai Demokrat. Memang, membangun suatu koalisi tidak mudah, karena banyak yang harus dipertemukan.

Dari sejak awal dikatakannya, bahwa Gerindra, PKS dan PAN telah terbentuk atau telah membentuk koalisi De Facto. Koalisi De Facto ini bukan hanya terbentuk dua atau lima hari ini, tapi bermula dari tanggung jawab bersama sejak bersama-sama menghadapi berbagai masalah yang pelik dan rawan, terutama dalam Pilkada Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 lalu.

“Karena itulah, saya terus berusaha menjalin kepercayaan dan kerjasama yang erat, walaupun tetap berusaha untuk membuka komunikasi dengan semua pihak. “Saya ketemu dengan mbak Puan Maharani, senior saya Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), terus berusaha membangun koalisi yang besar untuk memberi solusi pada kesulitan-kesulitan rakyat indonesia dan kesulitan bangsa yang kita hadapi sekarang,” katanya.

Jadi koalisi yang dibentuk ini, terang Prabowo, adalah untuk mencari suatu jalan keluar terhadap masalah-masalah mendasar bangsa Indonesia, yaitu mengalirnya kekayaan nasional keluar dari bangsa Indonesia. Dimana proses kesejahteraan bangsa Indonesia terhambat oleh sistemik, yang tidak mendorong pemerataan kekayaan.

“Dalam proses ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, terutama kaum ulama dari berbagai latarbelakang, terutama ijtimah GNPS ulama yang yelah mendukung kami. Penghargaan kepada saya kepada pimpinan PKS yang legowo, yang rela tidak menduduki jabatan apapun dalam pencalon presiden maupun wakil presiden. Kita ketahui Ustad Salim Segaf adalah calon yang diusung oleh ijtimah ulama GNPS. Tapi beliau dengan rela tidak memaksakan diri, bahkan legowo menyerahkan kepada yang lain,” terangnya.

Demikian juga pimpinan PAN, tambahnya, yang juga legowo terhadap keputusan partai, walaupun mereka menghendaki kader PAN, tapi mereka memikirkan kepentingan rakyat, bangsa dan umat diatas kepentingan golongan dan pribadi.

Sementara, Sandiaga Uno menuturkan, mohon doa restu untuk bisa menghadirkan pemerintahan yang kuat dan fokus pada kemandirian bangsa, membangun ekonomi untuk membuka lapangan kerja.

“Memastikan harga-harga terjangkau, stabilitas bahan pangan dan Insyaallah menghadirkan percepatan pembangunan dengan pemerintahan yang bersih,” tandasnya. (tul/fornews.co)