JK: Serangan Balik Pelaku Penembak Hedar Tak Langgar HAM

22

Jakarta, Buananews.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan tindakan menyerang balik pelaku penembakan di daerah konflik Papua bukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

JK sebelumnya meminta aparat bersikap tegas dan menyerang balik pelaku penyanderaan dan penembakan yang menyebabkan Brigpol Anumerta Hedar tewas di Papua. Menurut JK aksi menyerang balik tak termasuk pelanggaran HAM karena respons terhadap serangan yang dilancarkan lebih dulu oleh pihak musuh.

“Itu bukan pelanggaran HAM, karena yang melanggar HAM siapa yang duluan. Sering orang, apalagi luar negeri menganggap semua pelanggaran HAM. Bagaimana (melanggar) HAM kalau yang meninggal TNI dan polisi lebih dulu,” ujar JK saat membekali ribuan peserta dari Sesko TNI, Sespimti Polri, Seskoad, Seskoal, dan Sespimen Polri, di Kompleks Seskoal, Jakarta, Rabu (14/8).

JK mengatakan aparat TNI/Polri yang bertugas di Papua selama ini telah berupaya menjalankan tugas dengan baik. Namun, menurutnya, jika diserang maka aparat tak boleh hanya berdiam diri.

“Apa yang terjadi di Papua sekarang selalu saya katakan pemerintah, TNI/Polri selalu jalankan tugas dengan baik, tapi apabila diserang tentu tidak bisa pasrah, harus kembali untuk membalas siapa penyerangnya,” katanya.

Apabila menyinggung pihak yang melanggar HAM, pemerintah Amerika Serikat dinilai JK menjadi negara yang paling kerap melanggar. Ia menyebut sejumlah peristiwa pengeboman di sejumlah negara yang diduga didalangi oleh pemerintah AS.

“Kalau soal melanggar HAM barangkali negara yang paling langgar HAM di dunia adalah Amerika. Dia mengebom negara kiri kanan tanpa dasar, ngebom Vietnam, ngebom Syria, ngebom Irak, ngebom Libya. Itu pelanggaran HAM terbesar di dunia yang terjadi,” ucap JK.

Oleh karena itu, jika aparat membalas tindakan pelaku penembakan di Papua, JK menegaskan hal itu tak bisa dianggap sebagai pelanggaran HAM.

“Bukan hanya karena satu korban di Papua, lalu TNI dianggap melanggar HAM. Kita tergantung prosedural apa yang kita buat, tergantung hukum yang kita tegakkan,” tuturnya.

Briptu Hedar tewas usai disandera sekelompok orang yang diduga KKSB, ketika sedang melaksanakan tugas penyelidikan di wilayah Kabupaten Puncak, Papua.

Peristiwa berawal saat Hedar berbincang dengan temannya, Bripka Alfonso, tiba-tiba datang sekelompok orang dan langsung membawa Heidar.

Setelah kejadian tersebut, Bripka Alfonso langsung kembali dengan sepeda motor dan melaporkan peristiwa tersebut ke Pos Polisi di Kago, Kabupaten Puncak. (cnnindonesia.com)