JK Minta Polisi Lebih Kuasai “Ciber Crime” Ketimbang Kriminal Umum

56

Jakarta, Buananews.com – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meminta kepolisian lebih menguasai kejahatan di bidang siber ketimbang para pelaku kriminal umum. JK melihat kejahatan siber saat ini semakin berkembang seiring maju dan tingginya penggunaan internet.

JK menyatakan hal tersebut saat mengisi pidato di acara pengukuhan Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly sebagai Guru Besar Ilmu Kriminologi Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian di PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (11/9).

“Kejahatan juga banyak berubah dengan siber karena itulah maka kepolisian tentu juga harus lebih menguasai siber ini daripada para kriminal,” ujarnya.

Selain kepolisian, JK menilai pemahaman dan penguasaan soal siber juga harus dilakukan di bidang politik. JK mencontohkan dirinya baru mendapatkan pengetahuan soal siber usai mendengarkan pidato yang disampaikan oleh Yasona.

Dia mengatakan tak cuma kejahatan dunia maya, cyber bullying juga marak terjadi, khususnya saat masa kampanye Pilpres dan Pilkada beberapa waktu lalu.

“Dalam bidang politik juga demikian, dahulu kalau pemilu pasti yang pertama kita angkat dalam tim ialah ketua pengerahan massa supaya hadir dalam kampanye. Sekarang hal itu tidak penting lagi tapi yang paling penting lagi diangkat ialah pasukan cyber yang dapat membully atau membalas bully,” tuturnya.

Menurut JK, pelaku kejahatan di jagat siber tidak hanya berasal dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri. Maka itu pengawasan di bidang siber perlu ditingkatkan ke depan.

JK pun berharap pengguna media sosial dapat mengedepankan etika dalam menggunakannya.

“Kita harapkan bahwa siber ini tidak menurunkan etika kita, etik kehidupan kita semuanya karena dengan siber ini. Maka kalau dulu ada penjajahan kolonial, sekarang kita justru bukan dijajah tapi sangat dipengaruhi oleh hanya kurang lebih lima perusahaan besar di dunia, apakah itu Google , Facebook, Amazon ataupun Apple,” ucapnya. (cnnindonesia.com)