Banjir, Rupiah Terseret ke Rp13.892 per Dolar AS

38
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp13.892 per dolar AS atau turun 0,19 persen dibanding perdagangan akhir tahun. (CNN Indonesia/Hesti Rika).

Jakarta, Buananews.com — Nilai tukar rupiah melemah ke Rp13.892 per dolar AS atau sebesar 0,19 persen pada perdagangan pasar spot, Kamis (2/1) pagi. Sebelumnya, posisi rupiah berada di kisaran Rp13.866 per dolar AS pada perdagangan Selasa (31/12).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Terpantau, dolar Hong Kong melemah 0,03 persen, dolar Singapura 0,04 persen, serta won Korea dan ringgit Malaysia sama-sama melemah tipis 0,01 persen.

Penguatan hanya terjadi pada baht Thailand 0,16 persen, dan yen Jepang melemah sebesar 0,06 persen. Sementara, lira Turki dan peso Filipina berada di posisi stagnan atau tak bergerak terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,03 persen, dolar Kanada menguat 0,08 persen.

Diikuti euro 0,03 persen. Sementara pelemahan hanya terjadi pada dolar Australia sebesar 0,02 persen terhadap dolar AS.

Kendati melemah pagi ini, Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai rupiah berpotensi cenderung menguat, akibat sentimen kemajuan kesepakatan dagang antara AS dan China.

Menurut Ariston, kemajuan muncul dari penentuan waktu penandatanganan kesepakatan dagang antara kedua negara.

“Rupiah mungkin masih bisa bergerak di bawah Rp14 ribu, karena berita positif dari kejelasan waktu penandatangan kesepakatan dagang AS dan China, yaitu tanggal 15 Januari,” kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (2/1).

Tanggal tersebut diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump di pengujung 2019 yang dinilainya bisa memberikan sentimen positif ke aset berisiko.

Lebih lanjut Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.850 hingga Rp13.960 per dolar AS pada hari ini. (ara/birCNNIndonesia)