Peluncuran Starlink di Indonesia: Elon Musk Bawa Internet Berkecepatan Tinggi ke Puskesmas Pembantu Sumerta Kelod, Denpasar

Denpasar – Dalam rangkaian kegiatan World Water Forum (WWF) ke-10, CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk, meluncurkan layanan internet satelit Starlink di Indonesia. Peluncuran ini dilakukan di Puskesmas Pembantu Sumerta Kelod, Kota Denpasar, Provinsi Bali.

Dalam rilis yang diterima Antara Kalsel dari Kanwil BPN Kalimantan Selatan di Banjarbaru pada Selasa, dijelaskan bahwa Starlink bertujuan menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi ke seluruh dunia dengan menggunakan konstelasi satelit yang mengorbit rendah di sekitar bumi.

Saat ditemui usai Upacara Pembukaan WWF ke-10, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan tanggapannya mengenai peluncuran Starlink di Indonesia.

“Pada prinsipnya, Kementerian ATR/BPN menerima dengan baik segala bentuk investasi demi kemajuan Indonesia,” ujar Menteri AHY. Ia menegaskan bahwa investasi oleh tokoh berpengaruh seperti Elon Musk merupakan langkah positif bagi negara.

“Kami senang jika ada tokoh yang dikenal dan berpengaruh di dunia, siapa pun yang ingin menanamkan modalnya, _capital_-nya melalui investasi di Indonesia. Tentu kita terima dengan baik,” tambahnya.

Kementerian ATR/BPN turut berperan dalam memberikan kepastian hukum bagi terciptanya investasi di Indonesia, salah satunya berkaitan dengan hak atas tanah. “Ini yang seringkali dipertanyakan dan juga kalau ada yang tidak baik, menjadi komplain. Mengapa berbelit-belit, mengapa tidak jelas. Nah, kita tidak ingin itu terjadi, maka kita benahi administrasi, termasuk perizinan dan sebagainya,” jelas Menteri AHY.

Menurut Menteri AHY, yang terpenting dalam mewujudkan investasi adalah penyelenggaraannya harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Investasi dilakukan demi peningkatan ekonomi masyarakat maupun Indonesia itu sendiri,” ujarnya.

Menteri AHY juga menekankan bahwa Indonesia harus mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari investasi yang masuk, untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. “Indonesia tidak boleh hanya menjadi tempat saja, tetapi harus mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, kembali untuk ekonomi dan rakyat kita sendiri. Jadi, inilah yang menjadi komitmen dan semangat dari Kementerian ATR/BPN,” pungkasnya.

Peluncuran Starlink di Puskesmas Pembantu Sumerta Kelod ini diharapkan dapat meningkatkan akses internet di daerah tersebut dan menjadi langkah awal bagi perluasan layanan internet berkecepatan tinggi di seluruh Indonesia. Hal ini sejalan dengan tujuan World Water Forum ke-10 yang juga fokus pada peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas layanan dasar di berbagai negara. (Nanda Kharisma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *