Polda Jabar Angkat Bicara Terkait Kasus Pembunuhan dan Rudapaksa Vina oleh Geng Motor

Cirebon – Kasus tragis yang menimpa Vina, seorang warga Cirebon yang menjadi korban pembunuhan dan rudapaksa oleh geng motor pada Agustus 2016, kembali menjadi sorotan publik. Kasus ini mendapatkan perhatian luas setelah diangkat ke layar lebar dengan judul “Vina Sebelum 7 Hari, A True Story Revealed by Vina’s Spirit” pada tahun 2024.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Jules Abraham Abast, memberikan keterangan resmi mengenai penanganan kasus ini. Menurutnya, kasus Vina awalnya ditangani oleh Polres Cirebon Kota sebelum dilimpahkan ke Polda Jabar pada September 2016 karena dianggap sebagai kasus menonjol.

“Jadi, pelimpahan kasus diterima pada akhir September. Selanjutnya, proses penyidikan dilanjutkan pada bulan Oktober dan November,” ujar Kombes Abast dalam konferensi pers pada Selasa (14/5/2024).

Polda Jabar berhasil menyelesaikan penyidikan dan melimpahkan kasus ini ke Kejaksaan hingga akhirnya bergulir di Pengadilan. Dari hasil penyidikan, polisi menetapkan 11 tersangka, namun hanya 8 tersangka yang melalui proses pengadilan. Tiga tersangka lainnya, yaitu Andi, Dani, dan Egi alias Perong, masih dalam proses pencarian alias DPO.

“Kemudian, 8 orang ini divonis. Untuk 7 tersangka dewasa yang terlibat dalam pembunuhan terencana dan perlindungan anak, divonis seumur hidup. Sedangkan satu tersangka yang saat itu masih di bawah umur divonis 8 tahun,” jelas Kombes Abast.

Polda Jabar terus berupaya mencari identitas asli dari ketiga DPO tersebut. Namun, delapan tersangka yang sudah ditahan enggan memberikan informasi mengenai identitas asli DPO.

“Kami baru menemukan inisial, yaitu Dani, Andi, dan Egi alias Perong. Apakah itu nama asli atau samaran, masih kami telusuri,” tambahnya.

Spekulasi pun bermunculan di masyarakat. Ada yang menuding bahwa ketiga DPO sengaja disembunyikan oleh pihak kepolisian atau bahkan merupakan anak dari anggota polisi. Namun, Kombes Abast dengan tegas membantah tudingan tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan penyidikan di Polres Cirebon Kota, Polda Jabar, maupun di persidangan, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa identitas ketiga DPO merupakan keluarga atau anak anggota kepolisian. Bahkan pacar Vina, Eki, juga menjadi korban kebrutalan geng motor,” tegasnya.

Kombes Abast mengajak masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui keberadaan ketiga DPO demi terungkapnya kasus ini secara terang-terangan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, jika mengetahui informasi mengenai keberadaan ketiga DPO, mohon segera diinformasikan kepada kami. Kami berkomitmen untuk mengungkap kasus ini seterang-terangnya. Kami juga memohon doa dari seluruh warga masyarakat, khususnya di Jawa Barat, agar kasus ini bisa terungkap dengan jelas,” pungkasnya.

Kasus Vina yang kini diangkat ke layar lebar diharapkan dapat menjadi pengingat dan pelajaran penting bagi masyarakat akan pentingnya keadilan dan penegakan hukum yang transparan. (Jefri Candra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *