Perputaran Uang Kartal saat Ramadan dan Idulfitri 2023 di Jabodetabek Tembus Rp 48,2 triliun

Arlyana Abubakar mengatakan, pemenuhan uang kartal itu dilakukan melalui kas keliling yang tersebar di beberapa wilayah.

JAKARTA – Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta mencatat perputaran uang kartal atau tunai saat momentum Ramadan dan Idulfitri 1444 H mencapai puluhan triliun rupiah.

Angka puluhan triliun rupiah saat momentum Ramadan dan Idulfitri 1444 H itu berdasarkan pendataan yang dilakukan Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta di wilayah Jabodetabek.

“Jumlah perputaran uang secara nasional itu sekitar Rp 195 triliun, kalau untuk Jabodetabek sekitar Rp 48,2 triliun. Itu kebutuhan uang kartal, bukan perputaran (transaksi) uangnya,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Arlyana Abubakar di kantornya pada Selasa (9/5/2023).

Arlyana Abubakar mengatakan, pemenuhan uang kartal itu dilakukan melalui kas keliling yang tersebar di beberapa wilayah.

Meski demikian, Bank Indonesia DKI Jakarta belum memiliki angka pasti soal nilai transaksi di Jakarta saat momentum Ramadan dan lebaran Idulfitri 1444 H lalu.

“Untuk berapa yang mereka (masyarakat) belanjakan selama lebaran kemarin, itu belum ada datanya karena memang kami juga nggak pernah mengukurnya selama ini. Karena yang kami ukurkan kalau inflasi kan, (mengenai) harga,” jelasnya.

Arlyana mengungkap, realisasi perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I 2023 berdasarkan rilis BPS tumbuh 4,95 persen (year on year/yoy).

Perkembangan tersebut mengindikasikan akselerasi pemulihan ekonomi terus berlanjut yang utamanya didorong meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat pascapencabutan PPKM, serta berlangsungnya beberapa HBKN seperti Imlek, Nyepi, dan awal Ramadan.

“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta terutama bersumber dari kinerja konsumsi rumah tangga, ekspor, dan investasi. Sementara itu dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan terutama bersumber dari Informasi dan Komunikasi, Perdagangan, serta Jasa keuangan,” ungkapnya.

Ke depan, kata Arlyana, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan II 2023 diperkirakan meningkat seiring dengan berlangsungnya momen HBKN Idulfitri.

Perbaikan ekonomi DKI Jakarta pada triwulan II 2023 juga tercermin dari hasil survei Bank Indonesia antara lain survei konsumen (SK), survei penjualan eceran (SPE) dan survei kegiatan dunia usaha (SKDU) yang menunjukkan perbaikan.

“Berdasarkan perkembangan tersebut, Secara keseluruhan tahun 2023, perekonomian DKI Jakarta diprakirakan akan tetap tumbuh tinggi pada kisaran 4,80 persen-5,60 persen didorong oleh konsumsi rumah tangga yang semakin meningkat, realisasi belanja Pemerintah yang lebih tinggi, serta kinerja ekspor yang masih tinggi utamanya ekspor jasa seiring prospek perekonomian dunia yang lebih positif pasca reopening Tiongkok,” bebernya.

Dia menambahkan, prospek tersebut juga disertai dengan prospek penyaluran kredit yang diprakirakan tumbuh tinggi pada kisaran 9-11 persen (yoy) pada 2023.

Dari sisi inflasi, Inflasi Jakarta pada 2023 diprakirakan kembali dalam rentang sasaran 3±1 persen sejalan dengan sinergi dan kolaborasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta.

(Nanda Kharisma)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *