Sosok Tonny Sumartono, Suami Sri Mulyani, Punya Moge tapi Tak Pernah Dipakai karena Larangan Istri

Sri Mulyani beberapa waktu lalu menyentil soal gaya hidup pegawai Ditjen Pajak. Hal itu membuat keluarganya turut disorot warganet.

PEMERINTAHAN126 views

Jakarta – Berikut ini profil suami Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, yang bernama Tonny Sumartono.

Sri Mulyani beberapa waktu lalu menyentil soal gaya hidup pegawai Ditjen Pajak.

Hal itu membuat keluarganya turut disorot warganet.

Meski demikian, Sri Mulyani mengakui jika suaminya juga memiliki motor gede (moge).

Ia melarang sang suami untuk tidak menggunakan moge tersebut.

Profil Tonny Sumartono

Tonny Sumartono menikah dengan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati sejak tahun 1970.

Dari pernikahan itu, Tonny Sumartono dan Sri Mulyani memiliki tiga orang anak, yaitu Dewinta Illinia, Adwin Haryo Indrawan dan Luqman Indra Pambudi.

Tonny Sumartono dan Sri Mulyani ini ternyata bertemu setelah menyelesaikan pendidikan master di University of Illinois, Amerika Serikat.

Suami Sri Mulyani dulu bekerja sebagai pegawai bank.

Sosoknya sering sekali disapa dengan panggilan ‘Pak Sri Mulyani’.

Suami Sri Mulyani ini diketahui selalu mendukung karier sang istri dalam berbagai kondisi.

Dalam berbagai kesempatan, sosok Tonny Sumartono selalu tampak setia mendampingi Sri Mulyani.

Alasan Suami Sri Mulyani Tak Pernah Pakai Moge yang Ia Miliki

Suami Sri Mulyani diketahui memiliki moge jenis Honda Rebel CMX500 tahun 2019.

Motor gede (moge) yang dimilikinya ini, dahulu ia beli dengan harga 145-150 juta.

Sejak awal beli, ia tak pernah menggunakan moge tersebut.

Hal ini sudah menjadi komitmennya dengan sang istri, Sri Mulyani.

Diberitakan TribunJateng.com sebelumnya, Sri Mulyani memang membolehkan sang suami untuk membeli moge, tapi tak boleh dipakai.

Menurut Sri Mulyani ini sudah menjadi konsekuensi Tonny Sumartono menjadi seorang suami dari Sri Mulyani.

Hal ini dilakukan karena Sri Mulyani juga meyakini bahwa moge identik dengan kemewahan.

Tak hanya sang suami, ia juga meminta kepada ASN Pajak untuk tidak menampilkan gaya hidup mewahnya.

Karena hal ini akan berakibat pada Institusi DJP dan kredibilitas institusi keungan.

(Prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *