Sikap Sombong Orang Tua Pembully Anak Sunan Kalijaga Dikuak, ‘Rupanya Saya Dilecehkan’, Istri Nangis

Dalam video yang dibagikan oleh ayah dua orang anak itu, Heidy tampak tak kuasa menahan tangis

Jakarta – Pengacara Sunan Kalijaga mengungkap sikap sombong orang tua pembully anaknya.

Hati Sunan Kalijaga mendidih mengetahui apa yang dialami anaknya.

Sementara sang istri sangat terpukul hingga istri Sunan menangis.

Diketahui, anak Sunan Kalijaga jadi korban bullying atau perundungan di sekolah.

Ayah selebgram Salmafina Sunan itu mengaku tak takut meski orang tua pembully anaknya ‘berpengaruh’.

Sunan Kalijaga langsung mendatangi sekolah seusai putranya, Sean mengadu bahwa dirinya dirundung oleh teman-temannya.

Ia mengaku terkejut lantaran putranya dikeroyok dan dihajar berkali-kali.

Akibat penganiayaan itu, Sean mengalami luka lebam di mata dan kepala.

“Saya agak sedikit kaget karena posisinya bukan berantem biasa tapi adanya dugaan Sean pengeroyokan yang menyebabkan lebam di matanya dan kepalanya berkali-kali terkena pukulan,” ungkap Sunan Kalijaga.

Melalui akun Instagramnya pada Jumat (3/2/2023), Sunan menyebut orangtua pelaku mengenal banyak orang penting.

Setelah kejadian itu, pihak keluarga pelaku dan Sunan telah bertemu.

Disebutnya, ada permintaan maaf dari keluarga pelaku.

Namun, tak ada empati dan itikad baik dari orangtua pelaku setelah dirinya membuat laporan.

Oleh karena itu, ia memilih jalur hukum ketimbang diselesaikan secara kekeluargaan.

Sunan mengaku malah dilecehkan dan tak dianggap.

Mereka disebut sama sekali tak memperhatikan kondisi Sean yang saat ini terbaring di rumah sakit.

Meski orangtua pelaku mengenal menteri hingga pengacara senior, Sunan Kalijaga mengaku tak takut.

“Mau anda sebut kenal menteri dan pengacara senior kalau urusan anak saya tidak gentar..! Saya pilih jalur hukum.” tegasnya.

“Ada pengakuan dan permintaan maaf. Tapi mohon maaf sekali, hati saya mendidih melihat peristiwa yang di mana sampai detik ini kami membuat laporan, tidak ada empati, itikad baik dari orangtua pelaku yang kemarin sudah bertemu dengan kami,” kata Sunan Kalijaga.

“Jadi mohon maaf, saat ini saya lebih memilih jalur hukum ketimbang jalur kekeluargaan. Karena kemarin saya coba juga membuka hati saya, tapi ternyata saya dilecehkan. Saya tidak dianggap, kondisi putra saya tidak dihiraukan. Basa-basi sekalipun tidak ada,” sambungnya.

Lebih lanjut, Sunan Kalijaga menegaskan orang tua dari pelaku yang tahu nomor telepon dirinya, tidak ada rasa empati maupun menghubungi sama sekali.

“Seolah dianggap kemarin sudah beres, sudah bertemu dirinya dan selesai sudah,” pungkasnya

Sementara itu, istri Sunan Kalijaga, sangat terpukul dengan yang dialami putranya.

Hal ini dikutip dari YouTube Seleb Oncam News, Sabtu (4/3/203).

Heidy Sunan mengaku tindakan kekerasan tersebut harus dilawan.

Bagi Heidy Sunan, Sean menjadi korban kekerasan, bukan hanya bullying.

“Kalau bullying dari yang kuat ke yang lemah biasanya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Heidy mengaku bahwa kejadian ini pertama kali dialami Sean.

Sean juga termasuk anak yang selalu menceritakan segalanya kepada Heidy.

“Dia selalu cerita kepada saya apa yang terjadi,” ungkapnya.

Sunan Kalijaga juga sempat membagikan dalam unggahan Instagramnya momen saat ia dan istrinya, Heidy Sunan mendatangi sekolah Sean untuk melihat rekaman kamera CCTV pada saat kejadian.

Sunan tampak mengenakan pakaian berwarna hitam dilengkapi dengan topi.

Sementara Heidy tampak mengenakan pakaian berwarna biru.

Dalam video yang dibagikan oleh ayah dua orang anak itu, Heidy tampak tak kuasa menahan tangis.

Heidy tampak mengusap air matanya sembari tertunduk, usai menyaksikan rekaman CCTV.

Sunan yang bersama Heidy saat itu bergegas menenangkan sang istri dengan mengusap bahunya.

Tampak Sean Sunan putra mereka turut serta dalam kesempatan tersebut.

Lalu, apa yang harus dilakukan orangtua agar anak bisa terlepas dari jerat bully? Berikut lima cara orang tua untuk cegah anak jadi korban bully

  1. Membangun komunikasi

Anak yang menjadi korban bully kerap merahasiakan masalahnya dengan orangtua

Maka dari itu, orangtua harus bisa menjalin komunikasi yang baik dengan anak.

Orangtua harus menjadi sosok yang paling dipercayai oleh anak sehingga anak tidak segan menceritakaan keadaannya di lingkungan sekolahnya.

  1. Berikan dukungan pada anak

Orangtua juga harus peka terhadap perubahan perilaku anak.

Apabila anak menjadi korban bullying di sekolah, maka orangtua harus bisa berbicara dengan anak.

Orangttua harus bisa meyakinkan anak bahwa dia tidak sendiri dalam menghadapi masalah tersebut.

Beri dukungan kepada anak untuk sama-sama mencari solusi dari aksi bullying yang diterima.

Cara tersebut diharapkan bisa cegah perundungan di lingkungan sosial anak.

  1. Membekali anak dengan pengetahuan tentang bullying

Terkadang anak kerap bingung saat menjadi korban bullying.

Mereka kerap bingung mencari cara agar bisa keluar dari situasi perundungan yang dialami.

  1. Maka dari itu, orangtua juga harus hadir memberikan pengetahuan tentang bullying kepada anak.

Orangtua harus memberi tahu cara-cara menghindari bullying, seperti memahami perilaku apa yang termasuk dalam perundungan sehingga anak bisa menghindarinya.

  1. Ajarkan anak untuk melawan bullying

Ajari anak untuk melawan pelaku perundungan.

Menurut American Psychological Association (APA), orangtua perlu mengajari anak untuk melawan bullying jika mereka dihadapkan dengan pelakunya.

Melawan bukan berarti harus melakukan tindakan fisik, tapi bisa juga dalam bentuk mengacuhkan pelaku bullying.

Tidak hanya itu, bantulah anak untuk berani mengadu pada teman atau guru jika mereka menjadi korban bullying.

  1. Biarkan anak melakukan hobinya

Penting bagi orangtua untuk bisa membangun rasa percaya diri pada anak.

Rasa percaya diri bisa menjadi tameng agar anak terhindar dari aksi bully.

Menurut situs Stop Bullying, orangtua disarankan untuk membiarkan anak-anak melakukan hobinya yang positif.

Solusi bullying ini dipercaya dapat membangun rasa percaya diri anak, membantunya mendapatkan teman baru, dan mencegah mereka menjadi pelaku atau korban bullying.

(Maula Ibrahim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *