Jangan Dilewatkan, Rasio Pembayaran Dividen Saham Ini Mencapai 24%

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2022 yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan April 2023, Direksi UNTR merencanakan untuk mengusulkan pembayaran dividen final yang lebih tinggi, yaitu sebesar Rp 6.185 per saham

Jakarta – Investor saham yang gemar memburu dividen di Bursa Efek Indonesia (BEI) jangan sampai ketinggalan. Salah satu saham di BEI akan melakukan pembayaran dividen saham dengan rasio terhadap harga saham di atas 24%.

Pembayaran dividen saham jumbo itu akan dilakukan oleh PT United Tractors Tbk (UNTR). Anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini akan mengusulkan bakal menaikkan dividen pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2022.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2022 yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan April 2023, Direksi UNTR merencanakan untuk mengusulkan pembayaran dividen final yang lebih tinggi, yaitu sebesar Rp 6.185 per saham.

Asal tahu saja, harga saham UNTR pada perdagangan Senin 27 Februari 2023 di level 25.175 naik 225 poin atau 0,90% dibandingkan sehari sebelumnya. Dengan harga tersebut, rasio pembayaran dividen saham UNTR atau yield mencapai 24% lebih.

Sebagai pembanding, bunga deposito rupiah di bank umum yang mendapat penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada periode Februari-Mei 2023 hanya 4%. Sedangkan bunga deposito rupiah di BPR hanya 6%.

Pembayaran dividen final saham UNTR yang akan diusulkan tersebut bersama dengan dividen interim Rp 818 per saham yang telah dibagikan pada bulan Oktober 2022. Dengan demikian, total pembayaran dividen saham UNTR yang akan diusulkan untuk pada tahun 2022 menjadi sebesar Rp 7.003 per saham.

Namun, perlu dicatat bahwa kepastian mengenai jumlah pembayaran dividen saham UNTR yang akan dibagikan ini akan tergantung pada persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.

Adapun usulan direksi atas pembayaran dividen saham UNTR final yang lebih tinggi tersebut didasarkan atas profitabilitas UNTR yang sangat baik, yang didukung oleh tingginya harga batubara pada tahun 2022, yang belum pernah terjadi sebelumnya disertai kinerja operasional yang solid.

Manajemen percaya bahwa fundamental operasional dan kondisi neraca yang kuat akan memungkinkan UNTR untuk terus menyalurkan modal di Indonesia dan mempercepat strategi transisi.

”Sehingga dapat meningkatkan pendapatan bisnis non batubara serta mengembalikan sebagian excess capital kepada pemegang saham,” tulis Corporate Secretary UNTR, Sara K. Loebis dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (27/2).

Sepanjang tahun 2022, United Tractor mengantongi pendapatan bersih sebesar Rp 123,6 triliun atau naik 56% dari Rp 79,5 triliun pada tahun 2021. Seiring dengan peningkatan pendapatan bersih, laba bersih United Tractor meningkat 104% menjadi Rp21,0 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp10,3 triliun.

Itulah rencana pembayaran dividen saham UNTR dengan yield di atas 24%. Jangan sampai kelewatan ya, kapan lagi ada yield dividen saham hingga 24%.

(Nanda Kharisma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *