Ini 9 Saham yang Konsisten Naik Secara Tahunan Sejak 2018

Selain perbankan, Raditya menilai emiten minyak dan emas juga akan terkena dampak positif dari reopening China

BISNIS162 views

Jakarta – Dari sekian ratus saham di bursa, ternyata ada sembilan saham yang konsisten mencetak cuan sejak lima tahun terakhir. Berdasarkan data yang dihimpun Kontan.co.id, kesembilan saham yang memberikan cuan sejak 2018 itu ada MIDI, AGII, ARNA, BBCA, BJTM, CEKA, MDKA, MEGA, dan SMAR.

Ambil contoh MIDI. Pada 2018, saham emiten pengelola minimarket ini berhasil mencetak kenaikan harga sebesar 2,97%. Pada 2019 senilai 8,98%, kemudian di 2020 sebesar 69,77%, 2021 sebanyak 16,02% dan 36,11% di 2022.

Memang kalau dicermati kebanyakan sahamnya berasal dari sektor perbankan. Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis menuturkan imbal hasil positif emiten perbankan ini sejalan dengan kinerja perusahaan.

“Sektor perbankan bisa menjadi sektor defensif, terlebih normalnya mobilitas masyarakat dan indeks manufaktur bisa mendorong pertumbuhan kredit,” kata dia kepada Kontan.co.id, Minggu (24/2/2023).

Senada, Analis Kanaka Hita Solvera Raditya Pradana mejelaskan di tengah kondisi transisi ini perbankan menjadi sektor yang defensif, apalagi adanya katalis kenaikan suku bunga yang akan mendorong kinerja perusahaan.

Selain perbankan, Raditya menilai emiten minyak dan emas juga akan terkena dampak positif dari reopening China. Sebab akan ada tambahan permintaan dari negeri tirai bambu itu.

Jika dirinci dari kesembilan saham itu, CEO Edvisor.id Praska Putrantyo menilai kinerja atau bisnis SMAR, BBCA, BJTM, MIDI, MKDA, ARNA dan SMAR berpotensi untuk terus tumbuh paling tidak hingga lima tahun mendatang.

Memang secara industri sektor perbankan masih akan tumbuh, tetapi berkaca dari performa MEGA diproyeksikan akan menghadapi sejumlah tantangan. Terlebih MEGA bukan memimpin pasar seperti BBCA.

Praska mencermati kinerja AGII masih bergantung pada permintaan di industri gas. Kalau permintaan tinggi tentu akan meningkatkan kinerja, dan hal itu berlaku untuk sebaliknya.

“AGII lebih terbawa industri saja, kalau kebutuhan meningkat kinerja akan naik. Pertumbuhannya akan rada stagnan,” ucap dia.

Saham Pilihan

Lantas, dari kesembilan saham itu mana yang layak untuk dikoleksi dalam jangka panjang? Pada dasarnya, Azis menyebut kesembilan saham tersebut masih dapat dikoreksi, tetapi investor perlu melakukan filterisasi kembali dengan melihat valuasi serta rasio dividennya.

“Bisa dilakukan sortir dengan melihat valuasi serta rasio dividen seperti dividend payment ratio serta dividend yield,” imbuh Azis.

Azis merekomendasikan beli BJTM, SMAR, BBCA dan MDKA dengan potensi kenaikan sekitar 10%-15%. Sementara, Raditya menyarankan beli BBCA dengan target Rp 9.400 dan beli MDKA di target harga Rp 4.500.

Namun yang perlu dicermati ialah sembilan saham tersebut berasal dari golongan kapitalisasi pasar yang berbeda. Raditya bilang saham big caps layak untuk dikoleksi.

“Karena kalau middle cap atau bahkan small cap, volatilitas harga akan sangat tinggi. Hal ini juga harus diperhatikan,” ucap dia.

Jika mengacu kinerja fundamental dan pola pergerakan harga saham, Praska menjagokan saham MDKA, MIDI, ARNA dan BBCA. Investor bisa memanfaatkan koreksi atau buy on weakness pada MIDI dan ARNA.

Kalau secara fundamental value, Praska memilih SMAR karena valuasi dibanding sembilan saham lainnya. Per Jumat (24/2/2023), PER SMAR mencapai 3,11 kali dengan PBV 0,86 kali.

(Nanda Kharisma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *