1.951 Wisudawan Universitas Terbuka Jakarta Kantongi Potensi Diri untuk Hadapi Persaingan Global

Lulusan dengan predikat cumlaude (dengan pujian) dari program sarjana Universitas Terbuka Jakarta adalah Teddy Septiansa

Tangerang –¬†Universitas Terbuka (UT) Jakarta menggelar acara wisuda daerah yang berlangsung di Gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Kecamatan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Minggu (26/3/2023).

Acara wisuda daerah UT Jakarta saat ini mengambil tema ‘Optimalisasi Potensi Diri, Tumbuhkan Personal Branding dan Attitude Excellent dalam Menghadapi Persaingan Global’.

Dalam acara ini, turut hadir Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus sebagai Rektor Universitas Terbuka, kemudian Edward Zubir, sebagai Direktur UT Jakarta, dan Purwosusilo, M.Pd sebagai Wakil Kepala Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta.

Pada periode 1 tahun 2023, Universitas Terbuka (UT)A Jakarta meluluskan sebanyak 3.042 mahasiswa dari diploma, sarjana dan pascasarjana yang siap menghadapi persaingan global.

Kemudian, yang hadir dalam kegiatan wisuda adalah 1.951 wisudawan.

Lulusan dengan predikat cumlaude (dengan pujian) dari program sarjana Universitas Terbuka Jakarta adalah Teddy Septiansa, program studi Ilmu Hukum dengan indeks pretasi kumulatif 3.89.

Puspa Febriyanti, program studi Perpajakan dengan indeks prestasi kumulatif 3.84, serta Stephanus Herman Setiawan, S.Tr.S.I., program studi Kearsipan dengan indeks prestasi kumulatif 3.38.

Kegiatan wisuda dimulai dengan pembacaan SK Rektor oleh Manajer Registrasi dan Assesment, Anton Robiyansyah, S.E., M.Ak.

Dilanjutkan dengan pembacaaan SK Direktur Universitas Terbuka Jakarta tentang Lulusan Terbaik oleh Manajer Bahan Ajar dan Tutorial, Dra. Sri Sukatmi, M.Pd.

Kemudian, sambutan yang disampaikan oleh Direktur UT Jakarta, Rektor Universitas Terbuka, serta sambutan dari Wakil Kepala Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta.

Terakhir, sambutan secara virtual dari Ketua MPR RI, Dr.H. Bambang Soesatyo, S.E., MBA.

Setelah sambutan, prosesi wisuda dilanjutkan dengan pemanggilan wisudawan UT dari berbagai program studi dan jenjang pendidikan dari diploma, sarjana dan magister.

Kemudian, prosesi wisuda dilanjutkan dengan ikrar janji wisudawan yang disampaikan oleh perwakilan lulusan yaitu I Wayan Amerta Yoga, dari lulusan program studi S1 Ilmu Hukum dan Penerima Beasiswa Lemdiklat POLRI.

Wisuda daerah ini menekankan pentingnya lulusan memaknai proses panjang dari perkuliahan jarak jauh yang diterapkan di Universitas Terbuka.

Perkuliahan jarak jauh memfokuskan pada proses belajar mandiri yang berguna dalam pembentukan karakter mandiri, kreatif, tangguh serta menumbuhkan kemampuan untuk multitasking, manajemen waktu yang baik serta self leadership dalam menentukan strategi belajar terbaik.

Berbagai karakter yang dimiliki menjadi potensi positif bagi wisudawan untuk dikembangkan dan diimplementasikan dalam dunia sosial dan professional.

Dengan optimalisasi potensi yang dimiliki akan menambah kredibilitas diri agar dapat bersaing di tengah-tengah persaingan global yang semakin ketat.

“Wisudawan sudah diasah bertahun-tahun untuk menjadi pembelajar mandiri, yang berbeda dengan kampus konvensional lainnya. Dengan sistem pembelajaran mandiri di UT, wisudawan didorong untuk menjadi mandiri, kreatif, tangguh dan inovatif. Hal ini adalah bekal bagi wisudawan menjadi seseorang yang sukses di bidangnya masing masing,” ujar Edward Zubir di acara wisuda UT Jakarta, Minggi (26/2/2023).

Selama lebih dari 38 tahun, Universitas Terbuka menerapkan belajar mandiri yang menjadi bekal utama bagi wisudawan agar diterima baik dalam dunia kerja professional.

Bahkan ketika saat ini, Universitas Terbuka telah bertransformasi menjadi PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum), UT semakin meningkatkan kualitas pendidikannya sehingga menjadi benchmarking bagi kampus lainnya yang ingin menerapkan pendidikan jarak jauh.

Ojat Darojat menegaskan bahwa UT selalu konsisten dalam memberikan pendidikan tinggi yang berkualitas. Jadi, seluruh lulusan UT patut berbangga menjadi alumni Universitas Terbuka.

Menurut Ojat, adanya Universitas Terbuka memberikan solusi bagi siapapun yang terkendala dari jarak, waktu dan biaya untuk masuk ke kampus konvensional.

“Melalui sistem pendidikan UT yang fleksibel dan biaya yang sangat terjangkau memberikan kesempatan yang sama bagi semua elemen masyarakat untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” kata Ojat.

Berbagai keunggulan, dari segi fleksibilitas proses pekuliahan, keterbukaan dalam rekrutmen mahasiswa dan biaya yang sangat terjangkau, ternyata berdampak positif pada peningkatan minat masyarakat untuk melanjutkan studinya ke pendidikan tinggi.

Akhirnya, cita-cita pemerintah dalam peningkatan APK (Angka Partisipasi Kasar) Perguruan Tinggi di Indonesia terealisasi dengan baik.

Kondisi ini tentunya menjadi awal pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan di Indonesia.

Senada dengan pernyataan di atas, dalam sambutannya, Bambang Soesatyo menyampaikan bahwa pilar utama yang harus diperkuat dalam persaingan global adalah pembangunan sumber daya manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Maka dari itu, perguruan tinggi haruslah menjadi motor utama dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan menjadi pusat inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di Universitas Terbuka telah berhasil menjalankan sistem pendidikan jarak jauh yang telah meluluskan banyak alumni hingga memecahkan rekor MURI sebagai perguruan tinggi dengan alumni terbanyak.

Sementara yang paling diharapkan dengan adanya inovasi sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang optimal yaitu dengan peningkatan kualitas lulusan Universitas Terbuka yang dapat memaksimalkan potensi diri dan membentuk karakter serta attitude excellent yang dapat diterima oleh pasar global saat ini.

(Maula Ibrahim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *