Meski Ada Tantangan, Pabrikan Otomotif Berupaya Memacu Ekspor Mobil

HEADLINE, OTOMOTIF153 views

JAKARTA. Ekspor mobil nasional tumbuh cukup signifikan sepanjang tahun 2022. Sejumlah pabrikan otomotif pun berupaya mengoptimalkan peluang ekspor yang tersedia pada tahun ini.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor mobil completely built up (CBU) tercatat sebesar 473.602 unit pada Januari-Desember 2022 atau meningkat 60,7% secara tahunan alias year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketua I Gakindo Jongkie Sugiarto menyampaikan, Gaikindo tentu berkeinginan agar ekspor kendaraan roda empat buatan Indonesia dapat kembali meningkat pada tahun 2023. Namun, pada dasarnya kegiatan ekspor mobil dikendalikan oleh para prinsipal di negara asal Agen Pemegang Merek (APM) otomotif yang bersangkutan.

Maka dari itu, Gaikindo tidak bisa memberikan target secara pasti terkait jumlah ekspor mobil sepanjang tahun ini.

“Kami hanya bisa mengimbau agar produsen tersebut bisa lebih banyak ekspor mobil dari Indonesia,” ujar dia, Selasa (31/1).

Sementara itu, Toyota Indonesia masih menjadi pengekspor mobil terbesar dari Tanah Air pada tahun lalu. Ekspor mobil merek Toyota tercatat hampir 297.000 pada Januari-Desember 2022 atau melesat 58% dibandingkan tahun sebelumnya. Toyota juga berkontribusi sebesar 63% terhadap total ekspor mobil CBU secara nasional.

Ekspor mobil Toyota Indonesia ditujukan untuk lebih dari 80 negara. Mobil tipe sport utility vehicle (SUV) seperti Fortuner, Rush, dan Raize mendominasi ekspor mobil Toyota pada 2022 yakni sebanyak 149.200 unit. Kemudian disusul oleh tipe multi purpose vehicle (MPV) seperti Kijang Innova, Sienta, Avanza, dan Veloz yang membukukan ekspor sebesar 101.000 unit. Sedangkan, tipe sedan, hatchback, dan LCGC seperti Vios, Yaris, dan Agya mencetak kinerja ekspor 46.800 unit.

Bob Azam, Direktur Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyampaikan, tahun ini Toyota Indonesia menargetkan kenaikan ekspor sebesar 5% dibandingkan realisasi tahun lalu. Artinya, ada kemungkinan ekspor mobil Toyota dari Indonesia bisa mencapai 311.850 unit pada tahun ini.

Target ekspor tersebut dinilai cukup realistis mengingat kondisi ekonomi global yang cenderung melambat akan menjadi tantangan bagi Toyota.

Ekspor mobil Toyota dari Indonesia sebagian besar ditujukan ke negara-negara di kawasan Asia dan Timur Tengah. “Kami juga berencana untuk memperluas negara-negara tujuan ekspor di kawasan Afrika pada tahun 2023,” kata dia, Selasa (31/1).

Ia menambahkan, harga mobil di pasar ekspor ditentukan oleh faktor-faktor yang ada di negara tujuan, seperti kebijakan perpajakan dan lain sebagainya. Alhasil, harga mobil ekspor tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan harga mobil di Indonesia.

Begitu pula dengan fitur mobil ekspor Toyota yang pastinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup dari konsumen-konsumen di negara tujuan ekspor tersebut.

APM lainnya, yakni PT Honda Prospect Motor (HPM) mencetak ekspor mobil sebanyak 9.030 unit hingga akhir 2022.

Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan, Honda Indonesia pertama kali melakukan ekspor pada 2019 lalu melalui Honda Brio sebagai model pertama yang dijual ke luar negeri. Sampai saat ini, Brio menjadi model terbanyak yang diekspor Honda dari Indonesia.

Di samping itu, Honda BR-V juga mulai diekspor oleh HPM mulai tahun lalu, sedangkan untuk tahun ini Honda WR-V bakal mulai diekspor ke beberapa negara di Asia. “Filipina adalah negara tujuan ekspor terbanyak Honda Indonesia,” tukas Billy, Selasa (31/1).

Pada dasarnya, jumlah dan tujuan negara ekspor selalu disesuaikan dengan permintaan yang datang kepada Honda. Di tengah keterbatasan komponen yang masih terjadi pada tahun ini, Honda tentu akan melakukan manajemen produksi agar dapat memenuhi permintaan konsumen, baik di pasar domestik maupun ekspor.

Honda pun melihat bahwa pertumbuhan pasar ekspor menjadi indikator kualitas produksi otomotif dan berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia. “Dengan begitu, kami terus berusaha mendukung pertumbuhan pasar ekspor,” tandas dia. (Nanda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *