Kurang Tempat Hiburan Malam, Sebab Ekspatriat Tak Mau Tinggal di Cikarang

BERITA92 views

WILAYAH Cikarang di Kabupaten Bekasi dikenal sebagai kawasan industri tempat bermukimnya banyak perusahaan asing besar, khususnya dari Jepang, seperti Panasonic dan Sanyo.

Namun, banyak pekerja asing atau ekspatriat yang bekerja di sana memilih untuk mencari tempat tinggal di luar kawasan tersebut, dengan alasan minimnya infrastruktur penunjang yang ada di Cikarang, seperti tempat hiburan.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto mengatakan, infrastruktur jadi kunci agar ekspatriat mau memilih bermukim dekat tempat kerjanya di Cikarang.

“Kalau target ekspatriat di Cikarang, given-nya sudah banyak perusahaan asing di situ dan aksesnya mudah. Buat menunjang, bisa banyak dibuat apartemen yang sesuai dengan kelasnya mereka. Ada fasilitas restoran Jepang misalnya,” ungkap dia kepada NewsBekasi.Id, Minggu (08/09).

Sebab, para pekerja asing itu terbilang sering menghabiskan waktu di luar kediamannya. Oleh karenanya, banyak dari mereka yang kemudian memilih tinggal di Jakarta Selatan yang punya banyak tempat hiburan. “Kalau kita lihat langsung ekspatriat Jepang di sana, mereka banyak yang tinggal di Permata Hijau, Senayan, daerah-daerah favorit di Jakarta Selatan. Karena di situ banyak entertainment, banyak bar, kesenangannya kan begitu,” ujar dia.

Selain itu, ekspatriat yang sudah berkeluarga dan punya anak juga condong mengambil hunian yang dekat dengan sekolah berstandar internasional. “Mereka rela untuk jauh dikit dari kantor, asal rumahnya dekat dengan sekolah anak,” sambungnya.

Tapi dia percaya, gencarnya pembangunan infrastruktur seperti jalan tol dan jalur LRT ke Cikarang, ditambah potensi berkembangnya fasilitas penunjang lain bakal jadi pertimbangan bagi pekerja asing untuk mau mengambil tempat tinggal di sana.

“Kalaupun mereka masih membutuhkan akses ke tengah kota (Jakarta), dimana mereka perlu fasilitas lain yang ada di situ, 2-3 tahun lalu tol baru yang ke arah sana kan selesai. Terus ada LRT juga. Itu sebenarnya bisa menjadi katalis, ekspatriat sudah mulai memikirkan beli rumah di situ,” tutur dia. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *