Dinas PUPR Kab Bekasi Desak BBWC dan BBWSC Segera Perbaiki Aliran Dua Sungai

PEMERINTAH Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mendesak pihak Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Bandung dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Jakarta agar segera melakukan perbaikan dua sungai pasalnya sungai ciherang dan citarum yang saat ini kondisinya sangat mengancam masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) PUPR Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir mengatakan hal itu dilakukan mengantisipasi datangnya musim penghujan sebab kata dia berdasarkan monitoring pihaknya tidak sedikit wilayah yang sering dilanda banjir akibat jebolnya tanggul kedua sungai itu disetiap tahun nya.

“Berkenaan dengan kesiapan musim penghujan tahun 2018/2019 agar tidak terjadi banjir diwilayah aliran sungai citarum dan ciliwung kami sudah berkirim surat ke bbwsc dan bbwscc agar segera melakukan perbaikan dan mengambil tindakan,” katanya kepada NewsBekasi.Id, Selasa (10/07).

Ditambahkanya, Di Kabupaten Bekasi ada beberapa titik di dua sungai diantaranya ciherang dan citarum yang kondisinya sudah kritis diantaranya untuk aliran sungai ciherang di Kampung Wangkal Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya,dan untuk aliran sungai citarum diKampung Tanjungan Desa Lenggahsari, Kecamatan Cabangbungin di Kampung Poncol, Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran.

“Beberapa titik kondisinya sudah kritis tanggulnya bahkan sudah ada sedimen lumpur dibagian sungainya,” bebernya.

Menurutnya bisa saja pemkab bekasi memperbaiki Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Namun, kata dia secara kepemilikan kedua sungai itu bukan milik dan kewenangan pengelolaanya ada di BBWS dan BBWSC yang mana seharusnya melakukan perbaikan.

“Bisa saja perbaikanya dilakukan Dinas PUPr Kabupaten Bekasi, tapi masalah sungai itu punya orang,” terangnya.

Masih kata dia,pihaknya berharap agar permintaan perbaikan kedua sungai itu bisa segera dilakukan.sebab saat ini sudah sangat urgent sekali dimana akan memasuki musim penghujan. sehingga hal itu tidak lagi membuat momok menakutkan bagi masyarakat akan banjir karena dibeberapa titik itu selalu banjir disetiap tahunya.

“Kami berharap perbaikan kedua sungai itu segera bisa terrealisasi sebelum musim penghujan,”pungkasnya. (dej)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *