ilustrasi+kebakaran

Waspada, Kota Bontang Rawan akan Bencana

Published On January 6, 2016 | By Redaktur Buana FM | Berita, Berita Bontang

BONTANG (BUANA News) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang menyatakan, Kota Bontang rawan akan potensi bencana. Baik berupa bencana kebakaran, longsor, hingga bencana industri.

Kepala BPBD Kata Ahmad Yani mengatakan, pemetaan rawan bencana ini pun dapat dibaca. Dilansir dari Klik Bontang, misalnya seperti di 89 RT yang tersebar diseluruh kecamatan di Bontang. Dalam catatan BPBD, 69 RT ini rawan bencana banjir. Penyebab banjir pun tergolong variatif. Mulai dari curah hujan yang tinggi, pasang air laut dan kiriman dari daerah lain.

Untuk bencana kebakaran juga masih membayangi seluruh wilayah Kota Bontang. Tercatat ada 92 RT di Kota Bontang yang rawan akan kebakaran. Penyebabnya, pemukiman masyarakat yang masuk rawan kebakaran tidak teratur dan mayoritas bangunan masyarakat masih menggunakan kayu sehingga mudah terbakar.

“Tata lokasi rumah masyarakat banyak yang masih tidak teratur dan masih menggunakan kayu sehingga ini menjadi parameter kita daerah RT tersebut rawan terhadap potensi kebakaran,” jelas Ahmad Yani.

Selanjutnya, terdapat dua kelurahan rawan terhadap kebakaran lahan atau hutan. Kelurahan tersebut adalah Bontang Lestari dan Kanaan. Tercatat ada 6 RT yang rawan terhadap kebakaran lahan. Semantara di kelurahan Kanaan, daerah rawan kebakaran lahan terdapat kawasan dekat RSUD Bhakti Husada Bontang dan Jalan pipa.

Penyebabnya, tambah Yani, masyarakat yang membakar daerah perkebunan mereka sampai tidak bisa dikendalikan. Selanjutnya karena oknum masyarakat yang abai ketika membakar masyarakat, yang terakhir akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Selain itu, bencana tanah longsor di Kecamatan Bontang Barat dan Utara juga membayangi masyarakat yang terbagi di 15 RT. Oleh karena itu, Ahmad Yani merekomendasikan kepada dinas terkait untuk memperhatikan ancaman yang kapan saja bisa menimpa masyarakat tersebut.

“Data ini saya akan jadikan rekomendasikan kepada dinas terkait untuk membuat program atau pembangunan yang bisa mengantisipasi ancaman longsor ini,” imbuh Ahmad Yani.

Khusus untuk Kelurahan Bontang Kuala, terdapat 6 RT yang rawan terhadap ancaman bencana angin putting beliung. Ahmad Yani mengakui, ancaman angin puting beliung adalah gejala alam yang susah untuk diprediksi. Tetapi, lanjut Ahmad Yani, ancaman angin puting beliung dapat diantisipasi sehingga kerugian yang diderita karena bencana tersebut dapat ditekan seminimal mungkin.

“Ke depan harusnya semua pihak sudah mengajak para sarjana teknik sipil untuk merancang bangunan yang kuat dan ramah terhadap ancaman bencana angin puting beliung, seperti di negera lain contohnya Jepang. Sehingga masyarakat yang berada pada kawasan rawan putting beliung juga bisa tidur dengan tenang,” kata Yani

Disisi lain, ancaman bencana industri juga menghantui 4 kelurahan di Kota Bontang. Kelurahan yang terancam ketika terjadi bencana industri adalah Kanaan, Bontang Lestari, Satimpo dan Gunung Telihan. Meskipun butuh analisis yang lebih mendalam, Ahmad Yani menganjurkan ancaman ini harus menjadi perhatian perusahaan ataupun pemerintah.
(klikbontang/ling/buana)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *