pns malas

Wakil Wali Kota Bontang Isro Umarghani Minta PNS Jaga Konsistensi dan Etika

Published On August 8, 2015 | By Redaktur Buana FM | Berita, Berita Bontang

BONTANG (BUANA News) — Wakil Wali Kota Bontang Isro Umarghani meminta seluruh pegawai negeri sipil dan non-PNS di lingkup pemerintah kota setempat tetap menjaga konsintensi sesuai visi dan misi Berbudi Luhur serta melayani masyarakat secara profesional.

Wawali mengingatkan pentingnya nilai dalam bekerja yang harus digenjot adalah antusias, sehingga aparatur sipil negara tidak berleha-leha dalam melayani masyarakat.

“Sukses besar itu kumpulan antusiasme. Sukses tidak dikumpulkan dengan santai-santai,” katanya kepada Antara belum lama ini.

Menurut Isro, saat ini pekerjaan rumah para aparatur negara yang harus dibenahi adalah kurangnya nilai atau etika.

“Negara kita kaya tapi mudah sekali menjual aset kepada orang lain. Itu masalahnya ada di nilai dan etika,” tambah wawali.

Isro berpesan agar aparatur negara menjaga nilai-nilai profesional dengan menjunjung etika budi luhur dan moral. “Kita sudah punya nilai berbudi luhur, yakni jujur, sabar, antusias, dan cinta,” paparnya.

Jika aparatur negara jujur, lanjut Isro, maka akan lahir komitmen, amanah, dan tanggung jawab terhadap pekerjaan. Sementara kalau sabar, aparatur tidak mudah menyerah, punya inisiatif dan tahan banting.

Wawali yang baru saja menyelesaikan tesis berjudul “Pengembangan SDM Berbasis Kompetensi Inti” itu, menerangkan tiga sikap profesional kepada abdi negara, yakni pertama, profesional mesti harus menguasai bidangnya.

Kedua, seseorang mesti memiliki kemampuan manajerial. “Ingat, kita harus bisa merencanakan, mengatur, melakukan, dan mengevaluasi sebelum melakukan kerja,” ujarnya.

Ketiga, papar Isro, seorang abdi negara harus berpikir strategis, artinya memiliki tujuan jangka panjang.

Melalui tesisnya, wawali menjelaskan bahwa kompetensi manusia itu ibarat gunung es. “Yang nampak kecil di atas adalah ‘skill’ (kemampuan) dan ‘knowledge’ (pengetahuan). Sementara yang besar di bawah itu nilai,” terangnya.

Orang yang memiliki nilai tidak hanya berhenti pada pemanfaatan kemampuan dan pengetahuannya. “Orang yang punya nilai kalau tidak diawasi ya tetap bekerja profesional, selalu produktif karena bekerja sesuai dengan keyakinan yang dipunyai,” tambah Isro. (ling/buana)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *