welder

Tukang Las di Bontang Go Internasional

Published On November 23, 2015 | By Redaktur Buana FM | Berita, Berita Bontang, Berita Ekonomi, Komunitas Bontang

BONTANG (BUANA News) — Ikatan Welder Bontang (IWB) adalah salah satu wadah berkumpul teman-teman welder (tukang las) untuk memperjuangkan hak-hak mulai dari ketenagakerjaan sampai peningkatan SDM. Welder adalah orang yang melakukan pekerjaan menyambungkan dua logam dengan menggunakan baja tambahan ataupun tidak.

Di ikatan welder ini orang-orangnya mengerti standard dan safety dari pekerjaan tersebut. Demikian dikatakan Ketua IWB, Supriyadi, dan Divisi Bagian SDM IWB, Mujahidin, dalam program COMBO (Comunitas Bontang) di 101,5 Radio Buana FM, Minggu (22/11).

Bermula dari visi dan misi yang sama atas keprihatinannya yang hanya bisa menjadi tamu di rumah sendiri.

“Awalnya, dulu di Bontang yang industrinya sudah cukup maju namun masyarakat hanya bisa menonton saja. Biasanya perusahaan kalo merekrut pekerja itu dari luar Bontang, kebanyakan dari Jawa. Sedangkan kami kesulitan mencari pekerjaan”, jelas Supriyadi. Oleh karena itu, IWB berupaya agar masyarakat lokal dapat menjadi prioritas pada perusahaan-perusahaan yang berdiri di Bontang.

Pada bulan Juli tahun 2003 IWB didirikan dan setelah adanya organisasi ini, mimpi mereka pun lambat laun tercapai.

“Perlahan-lahan ada perubahan, welder lokal dapat diserap oleh perusahan-perusahaan di Bontang” Kata Supriyadi.

Ia menambahkan, Sampai sekarang kurang lebih 290 welder telah bergabung dalam organisasi ini. Anggota tersebut bahkan ada yang sampai bekerja ke luar negeri.

Berbicara mengenai gaji, ia mengaku bayaran yang diterima sudah cukup lumayan.

“Sampai saat ini gaji untuk welder mencapai 4.800.000 rupiah. Itu pun masih non overtime, ini mohon maaf, bukan maksud saya untuk pamer, tapi untuk menambah motivasi teman-teman aja” ujarnya.

Bagi Supriyadi, menjadi welder tidaklah semudah sekarang. Dulu ia hanya belajar melalui bertanya dengan orang luar negeri yang bekerja sebagai welder mengenai cara-cara menyambungkan logam, baja, dll. Lalu ia mencoba melakukannya sendiri secara autodidak. Beruntung yang tadinya coba-coba, tawaran menjadi welder pun datang kepadanya.

“Atasan saya melihat saya bisa nge las, lalu akhirnya saya dipromosikan sebagai welder”. Katanya.

Menjadi welder juga membutuhkan ketelitian dan konsentrasi tinggi, karena ketika dapat proyek menyambung pipa gas yang didalamnya masih ada gasnya, itu cukup beresiko. Ketika ditanya oleh salah seorang pendengar mengenai resiko bekerja sebagai welder, ia menjawab,

“Semua pekerjaan pasti ada resikonya. Namun bila kita melakukannya sesuai prosedur, insya Allah tidak akan terjadi apa-apa”.

Sejauh ini, IWB juga telah mengadakan pelatihan-pelatihan untuk berbagai kalangan baik umum maupun akademisi. Kesuksesan itu tak luput dari pihak-pihak yang mendukung baik moril maupun materiil akan adanya kegiatan positif tersebut. Menurutnya, sampai sekarang peran pemerintah sudah cukup baik mendukung kegiatan tersebut. Dan juga dukungan dari perusahaan besar di Bontang yang belum lama ini memberikan 45 sertifikat kepada welder baru.

“Alhamdulillah sampai saat ini kita termasuk mitra binaan dari PT. Badak. Kita telah banyak terbantu”. Imbuhnya.

Banyak pengalaman yang didapat dari kegiatan tersebut, meskipun profesi welder ini didominasi kaum laki-laki, suatu ketika IWB pernah melatih peserta perempuan, “kita pernah melatih dua perempuan untuk tingkat sekolah dan mereka semua mendapat sertifikat welder”. Jelas Supriyadi. Namun, belajar welder ini bukan berarti setelah lulus nanti harus jadi welder. Sertifikat yang diberikan tersebut untuk bekal bekerja sesuai dengan minat dan keinginan masing-masing.

Bagi Anda yang berminat, ada beberapa tips dari IWB untuk menjadi welder. “Jadi welder yang pertama harus ada niat dulu karna jadi welder itu gampang-gampang susah, lalu mempunyai jiwa seni walaupun sedikit. Kalo untuk yang berdomisili di bontang silakan jalan-jalan saja ke sekretariat kami”. Di sekretariat IWB inilah banyak informasi yang akan Anda dapatkan mengenai welder.

“Pada tahun lalu, IWB mengadakan pelatihan untuk kelas umum, tingkat anak sekolah dan insya Allah tahun depan akan diadakan lagi”tambah Supriyadi.
(dwi/ling/buana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *