bontang

Keren, Kota Bontang Hemat Rp18 Miliar dari Lelang

Published On June 26, 2015 | By Redaktur Buana FM | Berita, Berita Bontang

BONTANG (BUANA News) — Unit Layanan Pengadaan Pemerintah Kota Bontang, Kalimantan Timur, mencatat efisiensi atau penghematan anggaran sekitar Rp18 miliar dari lelang pengadaan barang dan jasa sebanyak 96 paket kegiatan hingga pertengahan Juni 2015.

Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Bontang Ir Zulkifli kepada wartawan di Bontang, Kamis(25/6) dikutip Antara, mengatakan terdapat 159 paket kegiatan dari beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang disampaikan kepada ULP untuk dilelang.

Dari jumlah itu, sebanyak 40 paket kegiatan masih dalam proses lelang, lima paket dinyatakan gagal lelang karena tidak ada penyedia yang memasukkan dokumen penawaran dan lulus evaluasi, serta 18 paket kegiatan lainnya masih dalam persiapan lelang.

Zulkifli menjelaskan sebanyak 96 paket kegiatan yang telah selesai dilelang itu memiliki nilai pagu sekitar Rp182,8 miliar.

“Ternyata nilai penawaran yang diajukan peserta lelang lebih rendah, sehingga ada efisiensi atau penghematan anggaran lebih kurang Rp18 miliar,” jelasnya.

Penghematan anggaran dipastikan bertambah, karena masih ada 58 paket kegiatan dari SKPD yang masih dan belum dilelang ULP.

Pada 2013, ULP Bontang mencatat efisiensi sebesar Rp52,1 miliar dari pagu paket kegiatan pengadaan barang dan jasa senilai Rp559,7 miliar yang dilelang. Sedangkan pada 2014, penghematan anggaran dari lelang mencapai Rp82,5 miliar dari total pagu Rp308,8 miliar.

“Dengan demikian, Pemkot Bontang memiliki anggaran yang dapat dipergunakan untuk pembiayaan pembangunan tahun selanjutnya atau dengan kata lain menjadi silpa (sisa lebih perhitungan anggaran) dari tahun sebelumnya untuk pembiayaan tahun selanjutnya,” ujar Zulkifli.

Guna mendukung keberhasilan pelaksanaan pembangunan pada 2015, lanjutnya, ULP Bontang mendorong dilakukannya percepatan lelang, dengan meminta SKPD segera menyampaikan paket kegiatan yang akan dilelang.

“Hal ini mengingat waktu efektif untuk pelaksanaan pengerjaan fisik kegiatan hanya menyisakan waktu lima bulan, sehingga proses lelang harus dipercepat,” tambah Zulkifli. (ant/ling/buana)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *