Retno-Marsudi-2

Menlu Akui Belum Ada Operasi Selamatkan Sandera WNI di Filipina

Published On March 31, 2016 | By Redaktur Buana FM | Berita Mancanegara

JAKARTA (Buana News) — Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku belum ada operasi pasti untuk menyelamatkan  WNI yang disandera militan Abu Sayyaf di perairan Filipina. Pemerintah, papar dia, masih mengkaji berbagai opsi terbaik.

“Penjajakan opsi terbaik masih terus dilakukan, keselamatan ABK menjadi acuan utama kita,” katanya seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis (31/3)

Selain itu, ia mengatakan, pemerintah berkomunikasi dengan keluarga anak buah kapal yang menjadi sandera dan mereka telah mengetahui posisi dan kondisi kesepuluh WNI tersebut.

Namun dia tidak menyampaikan penjelasan lebih lanjut mengenai posisi dan kondisi WNI yang menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf.

Kementerian Luar Negeri pada Senin (28/3) menyatakan pembajakan terhadap Kapal Tunda Brahma 12 dan Kapal Tongkang Anand 12 yang berbendera Indonesia terjadi saat kapal dalam perjalanan dari Sungai Puting Kalimantan Selatan menuju Batangas, Filipina Selatan.

Pemilik kapal baru mengetahui adanya pembajakan pada 26 Maret 2016, saat menerima telepon dari seseorang yang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf.

Saat ini, Kapal Brahma 12 sudah dilepaskan dan sudah ada di tangan otoritas Filipina, sementara Kapal Anand 12 dan sepuluh awak kapal WNI masih berada di tangan pembajak. (antara/fhr/buana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *