kota hijau

12 Komunitas Kerja Sama Bangun Bontang Jadi Kota Hijau

Published On October 26, 2015 | By Redaktur Buana FM | Berita, Berita Bontang, Komunitas Bontang

BONTANG (BUANA News) — Forum Bontang Hijau merupakan gabungan dari komunitas yang peduli terhadap Kota Bontang menjadi kota hijau. Sebanyak lebih kurang 12 komunitas telah bergabung dalam wadah ini. Forum yang terbentuk akhir September 2013 ini merupakan bagian Komunitas Hijau Nusantara. Masing –masing kabupaten / kota di Indonesia mempunyai komunitas hijau.

Hal ini disampaikan Sekretaris Forum Bontang Hijau, Hamzah, dalam acara Combo (Comunitas Bontang) di Radio Buana 101,5 FM.

“Siapa saja boleh bergabung di komunitas ini, syaratnya mempunyai komitmen untuk mewujudkan Bontang Kota Hijau,”tambahnya.

Dia mengatakan, mengajak masyarakat hidup sehat adalah inti dari terbentuknya Forum Bontang Hijau ini. Jika berbicara tentang kota hijau, tidak hanya tentang pohon saja. Ada 8 atribut kota hijau, atribut tersebut adalah “Green Desain” atau perencanaan/planing, “Green Energy” atau pengelolaan energi, “Green Open Space” atau pengeloaan ruang terbuka hijau, “Green Waste” atau pengelolaan sampah secara baik, “Green Building” atau pengelolaan gedung yang bernuansa hijau, “Green Water” pengelolaan air yang memperhatikan kelestarian lingkungan, “Green transportatIon” yaitu bagaimana transportasi yang ramah lingkungan, dan “Green Comunity“. Dalam green comunity inilah Forum Bontang Hijau ini terbentuk.

Beberapa kegiatan termasuk aksi telah dilakukan selama dua tahun terakhir ini. Pada hari Jumat, (23/10) lalu Forum Bontang Hijau melakukan aksi menanam 300 pohon mangrove di Kelurahan Bontang Kuala.

“Rencananya tahun ini akan menanam 1000 pohon, kemarin kita sudah menanam 300 pohon di Bontang Kuala. Di Bulan November nanti adalah hari menanam nasional dan kita akan menanam 700 pohon lagi,”jJelasnya.

Menurutnya, memilih tempat di Bontang Kuala karena tempat tersebut termasuk wilayah taman Nasional Kutai yang juga merupakan kawasan konservasi. Harapannya agar dapat berkelanjutan dan dapat bermanfaat untuk generasi selanjutnya.

Dan memilih mangrove sebagai objek tanaman, karena 70 persen wilayah Bontang adalah laut, mangrove sebagai pelindung dari ombak/angin dari laut. Disamping itu mangrove merupakan tempat bertelurnya ikan, sehingga memudahkan nelayan mencari ikan.

“Nelayan kita tidak perlu jauh – jauh mencari ikan ke luar kota”, tambahnya.

Sementara itu,buah mangrove juga bisa dimanfaatkan buahnya.

“Yang bulat (Bruguiera) menjadi sirup, dan saat ini dikelola oleh kelompok tani dari Tanjung Laut Indah dan buah yang panjang menjadi pewarna batik, saat ini dikelola oleh teman – teman kelompok batik di Gunung Telihan,”ujarnya.

Pada hari Sabtu,(24/10) lalu Forum Bontang Hijau juga mengadakan Festival Bontang Hijau yang diselenggarakan di Lapangan Parikesit hingga sore hari.

“Kegiatan festival tersebut poinnya adalah ingin mengajak masyarakat mengetahui seperti apa kota hijau itu,”jelasnya.

Dia menambahkan, dalam kegiatan itu ada perwakilan dari berbagai kalangan kelompok komunitas, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat yang menandatangai komitmen bersama untuk mewujudkan Bontang kota hijau.

Dalam festival tersebut, ada pula lomba menggambar dengan tema Hijau.

“Bagaimana imajinasi adik-adik kita, gambaran tentang kota hijau itu. Karena adik-adik ini adalah penerus kita”, paparnya.

Persepsi kota hijau dituangkan dalam bentuk gambar menurut versinya masing-masing. Selain itu, ada penampilan musik akustik dan Workshop Hidroponik.

Menurutnya, pemerintah saat ini sudah memberi dukungan dalam upaya menjadikan Bontang kota hiijau. Berbagai penghargaan yang diperoleh Kota Bontang di bidang lingkungan tak lepas dari peran orang – orang yang peduli dengan lingkungan Kota. Namun, masih banyak kalangan yang perlu diberi pemahaman tentang kota hijau tersebut.

Dia juga menuturkan, saat Bontang memiliki taman diantaranya di Bontang Kuala dan di Tanjung Laut yang masih dalam tahap pembangunan. Harapannya nanti komunitas-komunitas lain dapat berkumpul di taman itu.

”Kita sama-sama beraktivitas di taman itu, kita usulkan ada open teaternya,” imbuhnya. (dwi/ling/buana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *